Kunjungan Delegasi Legislatif Amerika Serikat ke UMM Bahas Potensi dan Deradikalisasi

Malang, 8 Agustus 2025 – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima kunjungan delegasi legislatif Amerika Serikat yang menghadirkan sejumlah pejabat tinggi Kongres AS dan perwakilan diplomatik Indonesia-AS. Kunjungan ini diadakan sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral serta dialog multilateral tentang pendidikan, deradikalisasi, dan kerja sama budaya. Delegasi legislatif Amerika Serikat yang hadir di antaranya adalah Deputy Chief of Staff dan Legislative Director dari beberapa anggota Kongres: Rep. Marilyn Strickland (Co-chair of Indonesia Caucus), Rep. Joe Wilson (anggota Subkomite Timur Tengah dan Afrika Utara serta Subkomite Eropa, Komite Urusan Luar Negeri DPR AS), Rep. Young Kim (Ketua Subkomite Asia Timur dan Pasifik, Komite Urusan Luar Negeri DPR AS), Senior Policy Analyst dari Rep. Gregory Meeks (Ranking Member Komite Urusan Luar Negeri DPR AS), Legislative Aide dari Rep. Carol Miller (Co-chair Indonesia Caucus), dan Legislative Correspondent dari Senator Brian Schatz (anggota Subkomite Asia Timur, Pasifik, dan Kebijakan Keamanan Siber Internasional, Komite Urusan Luar Negeri Senat AS). Dari pihak Indonesia, hadir Direktur Amerika I, Koordinator Fungsi KS Politik dan Keamanan RI-AS, Fungsi Politik KBRI DC, serta jajaran diplomat mulai dari Diplomat Madya, Diplomat Muda, hingga Diplomat Ahli Pertama dan staf dari Direktorat Amerika I. Dalam sesi paparan, Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., PhD, menjelaskan profil dan potensi unggulan UMM, khususnya dalam aspek akademik, penelitian, dan kolaborasi internasional. WR IV menekankan bahwa peran UMM sebagai perguruan tinggi yang progresif dan terbuka terhadap kerja sama internasional. Diskusi berikutnya disampaikan oleh Prof. Gonda Yumitro, SIP, MA., PhD, yang menyampaikan konsep deradikalisasi melalui pendekatan “3H” yaitu heart (merangkul dengan hati), hand (menolong dengan tangan), dan head (mengubah pola pikir). Konsep ini diharapkan dapat memperkuat upaya deradikalisasi tidak hanya secara teori namun juga praktik yang humanis dan terintegrasi. Kunjungan selanjutnya ke kantor American Corner wilayah Malang yang merupakan instrumen soft diplomacy dan pendekatan people to people. Keberadaan American Corner di wilayah Malang berfungsi sebagai wadah interaksi dan pengenalan budaya, bahasa, makanan, serta keberagaman yang menjembatani masyarakat Indonesia dan Amerika Serikat sehingga meningkatkan saling pengertian dan persahabatan antar bangsa. Selain Wakil Rektor IV, kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Staf Khusus Internasionalisasi Dr. Priyo Iswanto, MH, Kepala American Corner Ria Arista Asih, PhD, Kepala International Relations Office dr. Listiari H, MP, serta Kepala Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) Zaenal Abidin, S.Sos., M.Si.,  Ketua Program Studi Hubungan Internasional FISIP UMM Prof. Gonda Yumitro, SIP, MA, PhD. (red/her)

Mahasiswa UMM Magang Mengasah soft skills

UMM dengan UKM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mempererat kerjasama internasional melalui program magang mahasiswa di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Sebagai tindak lanjut dari kunjungan UKM ke UMM beberapa bulan lalu, dua mahasiswa dari Program Studi Kesejahteraan Sosial (Kesos) UMM akan melaksanakan magang selama satu bulan di kampus UKM. Magang ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman kerja internasional, sekaligus memperkuat hubungan akademik antara kedua institusi. Selama magang, para mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan bidang kesejahteraan sosial di UKM, termasuk penelitian lapangan, pelatihan, dan pengembangan program sosial, selain itu juga dapat memperluas wawasan dan perspektif budaya serta praktik kerja dari berbagai negara yang membuat mahasiswa lebih adaptif, terbuka, dan toleran.(red/hr)

Kerjasama Internasional UMM dengan Sains Louis College of San Fernando Phillipines

Universitas Sains Louis College of San Fernando Phillipines melakukan kunjungan penting dalam upaya mempererat dan mengembangkan kerjasama di bidang akademik dengan UMM. Dalam kunjungan tersebut, (07/08/2025)Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Malang, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi. PhD memaparkan berbagai peluang yang dapat dijajaki untuk memperkuat kolaborasi. Menurut Wakil Rektor IV, terdapat beberapa program yang bisa dijalankan sebagai wujud peningkatan kerjasama, antara lain mirroring class, summer course, dan visiting lecturer. Program-program ini dirancang agar bisa dilaksanakan secara fleksibel, baik melalui pertemuan tatap muka maupun secara daring (online). “Mirroring class memungkinkan pertukaran materi perkuliahan secara bersamaan antara kedua kampus, sementara summer course memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program singkat di UMM. Visiting lecturer juga menjadi salah satu kegiatan penting yang bisa mendatangkan dosen tamu untuk berbagi ilmu dan pengalaman bagi civitas akademika,” ujar Wakil Rektor IV. Dalam acara tersebut, juga dihadiri oleh Pimpinan Dekanat FKIP, Staf Khusus Rektor, Kepala Hubungan Luar Negeri dan Ka. Prodi FKIP(red/her)

Kunjungan Mahasiswa KKN memberikan Motivasi untuk berinovasi di masyarakat

6/8/2025, Wakil Rektor IV Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., PhD dan Kepala LPPM Prof. Dr. Ir. Sutawi, M.P. melakukan kunjungan ke beberapa lokasi mahasiswa KKN UMM, Tujuan kunjungan kelokasi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah untuk memantau secara langsung program kerja yang telah dilaksa nakan oleh mahasiswa, berdialog dengan masyarakat setempat, dan melihat hasil inovasi serta kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Kunjungan ini juga berfungsi sebagai evaluasi kinerja mahasiswa di lapangan, memastikan keberhasilan program pengabdian masyarakat, dan memberikan apresiasi serta motivasi kepada mahasiswa agar dapat terus mengembangkan kreativitas, adaptabilitas, dan kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat. Selain itu, Wakil Rektor IV  juga mengamati sinergi antara mahasiswa dan masyarakat serta memastikan kesinambungan program kerja pasca-KKN agar manfaatnya berkelanjutan. (red/her)

Kunjungan UMM ke NUS memperkuat hilirisasi produk

  Hari pertama (28 Juli 2025): (*) Kunjungan ke The Logistics Institute – Asia Pacific (TLI-AP) NUS Tim dari UMM disambut oleh Dr. Robert dengan memperkenalkan sejarah pendirian TLI-AP, visi-misi, dan fokus riset. Selain itu, delegasi UMM diperkenalkan baik dengan produk-produk yang telah dan sedang dikembangkan dan Tim peneliti dan intern yang terlibat. Menariknya, walaupun fokus kajian TLIAP adalah Supply Chain, tim peneliti memiliki background keahlian yang beragam seperti matematika, game development, dsb. Setiap peneliti bekerja secara mandiri untuk mengerjakan 2-3 project secara simultan. Mereka melakukan riset berdasarkan problem nyata yang dihadapi oleh industry, government, militer, atau yang lainya. Berdasarkan masalah tersebut, Tim peneliti memberikan solusi mulai dari modeling hingga membangun prototype aplikasi/perangkat lunak (“almost” alpha version). Dengan demikian, setiap anggota Tim apapun background pendidikannya sudah sangat ter-literasi dengan apps development dan kecerdasan buatan. Solusi berupa versi “almost” alpha ini akan dikembangkan menjadi perangkat lunak/sistem yang lengkap oleh software company rekanan bukan oleh Tim TLI-AP. (*) Kunjungan ke Prof. Bernard Tan sebagai Senior Vice Provost dan Chairman of the Advisory Board TLI-AP Tim dari UMM berdiskusi terkait tentang “perubahan” kurikulum di NUS untuk mengakomodasi dua hal yaitu (1) lulusan yang memiliki kapabilitas long-life learning dan (2) adaptif terhadap perubahan trend dunia yang “hampir imposible” untuk diprediksi. Kurikulum ini diperlakukan baik untuk mahasiswa undergraduate level yang masih aktif dan alumni (bahkan pihak eksternal). Bagi mahasiswa aktif, mereka mendapatkan modul terkait dengan literasi data dan AI, interdisciplinary subjects, dan tentu saja subject yang sesuai study programnya. Bagi lulusan/eksternal (seperti program back to campus bagi profesional), untuk mengupgrade kemampuanya, yang tentu dimaksudkan agar dapat menyesuaikan diri (adaptif) dengan perkembangan teknologi dan industry. Hari kedua (29 Juli 2025): (*) Kunjungan ke Professor Mike Cheung Wai-Leung (Kaprodi, Department of Psychology) (*) Kunjungan ke Dr George Loh (Associate Vice President – Strategic Partnership) Pembicaraan dengan Dengan Dr George Loh, menyepakati untuk adanya MoU terkait riset antara UMM dan NUS serta IA terkait riset antara UMM dengan TLIAP menyangkut supply chain serta pengembangan riset terkait isu Kesehatan, pangan, dan perikanan. (sal/)

Tandatangani Kerjasama dengan UNIMA, UMM Buka Peluang Kolaborasi di Bidang Publikasi Ilmiah dan Kepengelolaan Jurnal

Malang, 30 Juli 2025. Universitas Muhammadiyah Malang kembali mendapatkan kunjungan terkait penyelenggaraan kegiatan penelitian, pengabdian, kerjasama, dan publikasi ilmiah. Kali ini Universitas Negeri Manado (Unima) berkesempatan melakukan kunjungan yang diterima dengan hangat oleh Biro Riset, Pengabdian, dan Kerjasama UMM di ruang sidang Fakultas Ekonomi. Kunjungan yang dilakukan Unima ke UMM bermaksud untuk saling bertukar fikiran serta ide-ide dibidang akademik yang nantinya dijadikan bahan implementasi Kerjasama yang akan dijalim UMM dan Unima. Dr. Salahudin, M.Si.,M.P.A selaku kepala Biro RPK menyampaikan bahwa perlunya kita untuk bisa saling berkolaborasi dalam bentuk-bentuk implementasi kerjasama seperti penelitian, pengabdian Bersama, kolaborasi dalam publikasi baik dalam penulisan jurnal maupun penyelenggaraan konferensi. “Kami memiliki ICoSDev yang menjadi wadah besar dari sepuluh conference yang dilaksanakan oleh UMM, tentu kami sangat terbuka bagi perguruan tinggi yang ingin berkolaborasi dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut” Ujarnya. Sementara itu Prof. Dr. Theodorus Pangalila, S.Fils., SH., M.Pd. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Unima mengapresiasi apa yang sudah dijalankan UMM dan juga tawaran kolaborasi serta sambutan hangatnya yang luar biasa. “Kami sangat mengapresiasi ide serta gagasan kerjasama yang telah dipaparkan, terutama terkait publikasi ilmiah yang dapat mendukung SDM dosen kami di kepangkatan dan produktifitasnya, sehingga kami akan segera menindaklanjuti dengan pimpinan di UNIMA” ungkapnya. Dalam kunjungan tersebut juga didiskusikan terkait bagaimana profil mahasiswa di UMM serta bagaimana mekanisme pengelolaan jurnal dari awal sampai bisa terindeks dan bereputasi serta konsep pendanaan pengelola dan insentif terbitan. Acara tersebut ditutup dengan kampus tour sebagai pengenalan lingkungan yang ada di Kawasan UMM. (red/d)

Perkuat Riset Unggulan, BRPK damping pusat Studi dalam Pendalaman dan Finalisasi Roadmap Pusat Studi

Universitas Muhammadiyah Malang yang saat ini memasuki milestone International competitiveness menuntut para civitas akademik untuk dapat memperlebar atmosfir internasionalnya di berbagai bidang, tidak terkecuali pada bidang penelitian. Menjawab hal tersebut, Biro Riset, Pengabdian, dan Kerjasama (BRPK) UMM melakukan pendampigan dan finalisasi alur Roadmap Penelitian Unggulan yang ada di tingkat pusat studi pada Kamis, 24 Juli 2025. Pendampingan yang diadakan di Kapal Garden Hotel Sengkaling ini membahas apa serta bagaimana arah tujuan dari masing-masing pusat studi serta seperti apa capaian yang sudah dihasilkan yang nantinya akan diselaraskan dengan roadmap penelitian utama yang sudah dibuat oleh UMM. Prof. Dr. Ir. Sutawi M.P. selaku kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian dibawah koordinasi BRPK UMM menyatakan bahwa dengan kegiatan ini tak hanya untuk penelitian internal, namun roadmap pusat studi ini bisa digunakan sebagai acuan pusat studi untuk bisa berkontribusi dalam penelitian eksternal yang nantinya bisa menunjang kinerja universitas dan juga akreditasi. Sejalan dengan pernyataan Prof. Sutawi, Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D dalam sambutannya juga menambahkan bahwa pusat studi selayaknya tidak hanya menjadi pusat layanan, namun juga harus bisa menjadi tempat lahirnya kajian2 yg dapat menjadi naskah akademik atau rekomendasi kebijakan yang dapat meningkatkan pemeringkatan UMM. “Kita saat ini sedang berusaha untuk bisa menargetkan bisa masuk di QS World University Rank dimana salah satu indikator paling besar adalah research dimana research harus bereputasi dan memiliki dampak yg nyata di dunia Industri. Sehingga pusat studi harus punya visi terkait penelitian dan kegiatan selama 5 tahun kedepan” Ujarnya. Tak hanya itu, dalam kegiatan ini juga dibahas secara detail capaian serta bidang yang akan dituju oleh masing-masing pusat studi melalui paparan yang dipresentasikan oleh masing-masing pusat studi, kendala apa yang sering dan saat ini sedang dihadapi oleh pusat studi terhadap isu-isu yang sedang hangat di masyarakat maupun di dunia Pendidikan. (red/d)

UMM Kembangkan Potensi Komoditas Kokoa Melalui Kolaborasi Project Bersama Vlirous Belgia

  Kakao merupakan salah satu komoditi yang memiliki potensi besar di indonesia selain kelapa sawit dan kopi. Mengetahui akan besarnya potensi yang dimiliki oleh kakao membuat UMM berkolaborasi bersama tim peneliti dari Vlirous Belgia, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka), dan Yayasan Kalimajari dalam sebuah diskusi. Kegiatan diskusi yang dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 Juli 2025 ini membahas tentang seperti apa nantinya dalam pengembangan dan peningkatan produksi kokoa dan juga pengolahannya. selain itu juga dibahas saja kendala yang selama ini dialami oleh para petani dan pelaku industri kokoa di Indonesia. Prof. Joachim Schouteten yang mewakili dari Vlirous mengungkapkan sangat senang dengan kolaborasi projek ini, hal ini dikarenakan UMM secara spesifik sudah mempunyai lab serta fasilitas yang mumpuni untuk melakukan pengembangan baik dari awal penanaman sampai pengukuran kualitas kokoa yang dapat menjadi indikator dalam melakukan pengembangan. Sejalan dengan hal tersebut, I Ketut Agung Widiastuti selaku perwakilan dari Yayasan Kalimajari menyampaikan perlunya sosialisasi para pelaku di bidang kokoa baik petani maupun pengolah kokoa terkait bagaimana perlakuan yang diperlukan untuk dapat menghasilkan kokoa dengan kualitas yang baik dan mampu bersaing di tingkat internasional. “Belajar dari apa yang saya dapatkan saat kami di Eropa, dimana mereka menyatakan bahwa kokoa Indonesia dalam pengolahannya masih perlu ditingkatkan lagi dikarenakan ada salah satu proses yang terlewat, yaitu proses fermentasi biji kokoa” Ujarnya. Menambahkan selain terkait proses fermentasi kokoa, Hendi Firmanto selaku perwakilan dari Puslitkoka juga menyampaikan bahwa saat ini peringkat Indonesia terkait komoditas kokoa turun dari peringkat ke 3 menjadi peringkat ke 7 dunia. Menanggapi hal tersebut, Muhamad Salis Yuniardi Ph.D selaku Wakil Rektor IV yang menangani bidang kerjasama berkomitmen untuk mendukung projek kolaborasi di bidang komoditi kokoa ini. “Projek ini sangat baik bagi pengembangan dan pengolahan kokoa di Indonesia dan UMM sangat mendukung untuk research program ini” Ujar Salis. Ia juga menyerukan untuk projek ini sebaiknya tidak hanya dengan Teknologi Pangan saja, namun bisa menggandeng bidang ilmu lainnya yang relevan seperti dengan Teknik yang dapat menerapkan ilmu teknik pada dunia pertanian, serta mereka yang ada di bidang Ekonomi dan Bisnis. Diluar dari proyek pengembangan komoditi kokoa, dalam diskusi juga dibahas tentang peluang-peluang kerjasama lainnya yang berpotensi untuk dijalankan seperti usulan program international teacher intership bagi para mahasiswa di jenjang magister baik dari Belgia maupun dari UMM sebagai salah satu pengembangan SDM bagi kedua belah pihak serta peninjauan beberapa lab dan fasilitas yang ada di UMM. (red/d)

Gandeng Kemenkes RI Sebagai Mitra, UMM Resmi Buka Program CoE NCD Penyakit Tidak Menular

UMM kembali menegaskan akan kontribusinya sebagai kampus yang selalu berinovasi di berbagai bidang. Kali ini melalui Fakultas Ilmu Kesehatan, UMM meluncurkan kelas Center of Excellence Non-Communicable Disease (NCD) atau penyakit tidak menular. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 Juli 2025 di Ruang Sidang Senat UMM tersebut menggandeng Kemenkes RI dalam sebuah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang disepakati antar UMM dan Direktorat Pencegahan Penendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI serta dihadiri jajaran dekanat dan dosen yang ada di Fakultas Ilmu Kesehatan. Dalam sambutannya, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. selaku Direktur PT2PTM Kemenkes RI menyampaikan bahwa kelas ini merupakan yang pertama di Indonesia terkait pengintegrasian Pendidikan tinggi keperawatan dengan program nasional pengendalian penyakit tidak menular, dan hal ini menunjukkan eksistensi UMM di dunia pendidikan. “Dengan hadirnya program CoE PTM UMM ini menunjukan eksistensinya sebagai pusat unggulan yang responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat modern” Ujar Nadia. Disisi lain, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D selaku Wakil Rektor IV UMM yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada jajaran dekanat yang ada di Fakultas Ilmu Kesehatan yang sudah secara aktif menginisialisasi kerjasama ini sehingga pendirian CoE PTM dapat terwujud. “Semoga dengan berdirinya CoE PTM ini menjadi kelas unggulan sebagai fasilitas tambahan di luar jalur profesi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh gelar, namun juga mendapat kemampuan dan keterampilan yang bersertifikat dan meningkatkan daya saing di dunia kerja” Ujar Salis. Ia juga menambahkan bahwa kerjasama ini dapat menjadi pintu awal untuk terus kolaborasi dan akan membuka kesempatan kepada Kemenkes jika ingin berkerjasama dengan seluruh perguruan tinggi Muhammdiyah di indonesia. (red/d)

UMM Jalin Kerjasama Beasiswa dan Program Pengajaran dengan Asian Foundation Kamboja

Potensi UMM serta kontribusinya dalam dunia Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat tentu tidak lepas dari apa yang sudah dijalankan dan diraih UMM selama ini, Hal inilah yang membuat Asian Foundation Kamboja, sebuah organisasi di bawah kementerian Pendidikan Kamboja yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial berbasis dakwah mengunjungi UMM. Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama, khususnya dalam skema beasiswa bagi pelajar Kamboja untuk melanjutkan studi di Indonesia melalui  khususnya di UMM. Dalam diskusi yang dilakukan pada Rabu, 2 Juli 2025 dibahas potensi kerjasama dalam bentuk pengiriman mahasiswa dari Asian Foundation Kamboja untuk studi di UMM baik yang langsung ke prodi Pendidikan Bahasa Arab dimana pengajaran dan kegiatan di Asian Foundation. Wakil Rektor IV UMM, M. Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. menambahkan alternatif lain juga dapat dilakukan melalui kelas internasional berbahasa Inggris yang dimiliki oleh 13 program studi di UMM maupun melalui kelas reguler dengan syarat mengikuti program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Selain itu ia juga melihat bahwa program ini juga bisa dimasukkan ke dalam skema magang mahasiswa Program Studi baik Pendidikan Bahasa Indonesia atau Pendidikan Bahasa Inggris dimana kegiatan tersebut dapat dikonversikan dalam sejumlah SKS mahasiswa, juga bisa melalui kegiatan KKN-PMM. Hal ini mendapat dukungan dari Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, Drs. Jarum, M.Ed. yang menyatakan kesiapan untuk turut berkontribusi dalam pengajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Selain kerja sama beasiswa dan pengajaran, turut dibahas pula potensi penyelenggaraan seminar internasional di Kamboja dengan UMM sebagai pengampu, dan pelaksanaan teknis oleh Asian Foundation yang diharapkan dapat menjadi referensi dalam pelaksanaan kegiatan seminar yang dilaksanakan UMM dalam bidang akademik yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun dosen dari UMM dan Asian Foundation. (red/d)