Wakil Rektor IV, M. Salis Yuniardi Ph.D saat sesi pembukaan diskusi bersama para mitra proyek kolaborasi pengembangan kokoa

 

Kakao merupakan salah satu komoditi yang memiliki potensi besar di indonesia selain kelapa sawit dan kopi. Mengetahui akan besarnya potensi yang dimiliki oleh kakao membuat UMM berkolaborasi bersama tim peneliti dari Vlirous Belgia, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka), dan Yayasan Kalimajari dalam sebuah diskusi.

Kegiatan diskusi yang dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 Juli 2025 ini membahas tentang seperti apa nantinya dalam pengembangan dan peningkatan produksi kokoa dan juga pengolahannya. selain itu juga dibahas saja kendala yang selama ini dialami oleh para petani dan pelaku industri kokoa di Indonesia.

Prof. Joachim Schouteten yang mewakili dari Vlirous mengungkapkan sangat senang dengan kolaborasi projek ini, hal ini dikarenakan UMM secara spesifik sudah mempunyai lab serta fasilitas yang mumpuni untuk melakukan pengembangan baik dari awal penanaman sampai pengukuran kualitas kokoa yang dapat menjadi indikator dalam melakukan pengembangan.

Sejalan dengan hal tersebut, I Ketut Agung Widiastuti selaku perwakilan dari Yayasan Kalimajari menyampaikan perlunya sosialisasi para pelaku di bidang kokoa baik petani maupun pengolah kokoa terkait bagaimana perlakuan yang diperlukan untuk dapat menghasilkan kokoa dengan kualitas yang baik dan mampu bersaing di tingkat internasional.

“Belajar dari apa yang saya dapatkan saat kami di Eropa, dimana mereka menyatakan bahwa kokoa Indonesia dalam pengolahannya masih perlu ditingkatkan lagi dikarenakan ada salah satu proses yang terlewat, yaitu proses fermentasi biji kokoa” Ujarnya.

Menambahkan selain terkait proses fermentasi kokoa, Hendi Firmanto selaku perwakilan dari Puslitkoka juga menyampaikan bahwa saat ini peringkat Indonesia terkait komoditas kokoa turun dari peringkat ke 3 menjadi peringkat ke 7 dunia.

Menanggapi hal tersebut, Muhamad Salis Yuniardi Ph.D selaku Wakil Rektor IV yang menangani bidang kerjasama berkomitmen untuk mendukung projek kolaborasi di bidang komoditi kokoa ini.

“Projek ini sangat baik bagi pengembangan dan pengolahan kokoa di Indonesia dan UMM sangat mendukung untuk research program ini” Ujar Salis.

Ia juga menyerukan untuk projek ini sebaiknya tidak hanya dengan Teknologi Pangan saja, namun bisa menggandeng bidang ilmu lainnya yang relevan seperti dengan Teknik yang dapat menerapkan ilmu teknik pada dunia pertanian, serta mereka yang ada di bidang Ekonomi dan Bisnis.

Diluar dari proyek pengembangan komoditi kokoa, dalam diskusi juga dibahas tentang peluang-peluang kerjasama lainnya yang berpotensi untuk dijalankan seperti usulan program international teacher intership bagi para mahasiswa di jenjang magister baik dari Belgia maupun dari UMM sebagai salah satu pengembangan SDM bagi kedua belah pihak serta peninjauan beberapa lab dan fasilitas yang ada di UMM. (red/d)