Direktorat Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Malang (Dirsaintek UMM) pada 29 Agustus 2025, mengadakan lokakarya riset unggulan dengan tema “Membangun Ekosistem Kolaboratif Berbasis Interdisiplin.” Acara yang berlangsung di Rayz Hotel UMM ini fokus pada lima bidang utama yakni riset pangan, kesehatan, energi terbarukan, dan teknologi berkelanjutan.

Acara dimulai dengan laporan dari Direktur Sains dan Teknologi UMM, Prof. Dr. Aniek Irianny, MP. Beliau menyampaikan maksud dan tujuan utama lokakarya ini, yaitu untuk meningkatkan hilirisasi produk hasil riset agar dapat segera bermanfaat bagi masyarakat luas melalui penerapan teknologi dan inovasi. Pembukaan resmi acara dilakukan oleh Wakil Rektor IV Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD. dan Direktur Pascasarjana UMM Prof.  Latipun, M.Kes., PhD yang menegaskan pentingnya penguatan hasil riset hingga tahap hilirisasi produk sebagai salah satu fokus strategis UMM untuk memberikan dampak nyata dalam berbagai sektor.

Lokakarya ini membahas sejumlah riset unggulan pada beberapa bidang prioritas yaitu:

Bidang Pangan:
1. Udang Vaname Tahan Penyakit: Pengembangan varietas udang vaname yang memiliki ketahanan terhadap berbagai penyakit, untuk meningkatkan produktivitas budidaya perikanan.

2. Beras Analog Kaya Protein: Inovasi pengembangan beras analog yang kaya protein sebagai solusi pangan bergizi dan alternatif sumber karbohidrat unggulan.

3. Pembentukan Galur Ayam Lokal Unggul: Penguatan dan pembentukan galur ayam lokal unggul yang memiliki kualitas lebih baik dalam hal produktivitas dan ketahanan terhadap penyakit.

Bidang Kesehatan:
1. Herbal Kemoterapi (Rumput Teki): Penelitian tentang potensi rumput teki sebagai bahan herbal pendukung kemoterapi untuk pasien kanker.

2. KB Pria Daun Beluntas: Studi pengembangan alat kontrasepsi berbasis herbal dari daun beluntas yang ramah lingkungan dan aman.

3. Black Garlic: Pengembangan produk black garlic yang memiliki berbagai manfaat kesehatan sebagai antioksidan alami dan peningkat imun tubuh.

Bidang Energi Terbarukan dan Teknologi Berkelanjutan
1. Jarak Pagar untuk Energi/Diversifikasi Produk: Pemanfaatan jarak pagar sebagai sumber energi terbarukan serta diversifikasi produk olahan berbasis tanaman jarak.

2. Pengembangan Industri Vermicompos dari Sampah Organik: Pengembangan sistem industri vermicompos yang menggunakan sampah organik dengan sistem hibrida tertutup, modular, dan dilengkapi AI untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan Clean Development Mechanism (CDM).

Lokakarya ini juga menggarisbawahi posisi strategis UMM sebagai kampus riset yang tidak hanya produktif tapi juga berdampak nyata. UMM telah menjadi pionir dalam mendorong kolaborasi riset tingkat nasional dan global yang berorientasi pada solusi masalah-masalah riil di masyarakat seperti stunting, ketahanan pangan, dan transisi energi. (red/her)