Suasana jalannya kegiatan ICAS 2025 yang dibuka oleh Wakil Rektor IV UMM (Foto: Panitia ICAS 2025)

UMM kembali mendapat kunjungan serta peluang dalam memperkuat jaringan kerja sama yang ada di tingkat ASEAN. Kali ini bersama Universiti Malaysia Sabah (UMS), UMM melakukan penjajakan kerja sama dalam bentuk kegiatan International Conference of Asian Student (ICAS) 2025. Kegiatan yang dilaksanakan melalui kolaborasi Bidang Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama UMM, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMM ini berlangsung selama dua hari mulai dari tanggal 15 s.d 16 September 2025.

Prof. Madya Dr. Raman Nordin dalam penyampaian materi di ICAS 2025 (Foto: Panitia ICAS 2025)

Prof. Madya Dr. Raman Nordin selaku perwakilan pimpinan dari UMS menyampaikan apresiasi dan juga pentingnya kolaborasi akademik antar negara di ASEAN. Menanggapi hal tersebut Muhamad Salis Yuniardi. M.Psi., Ph,D dalam sambutannya juga berterima kasih karena melalui kegiatan ini dapat dijadikan UMM sebagai sebuah kesempatan untuk memperluas jaringan kerja sama di lingkup ASEAN.

Dalam kegiatan tersebut tak hanya dihadiri oleh mahasiswa lokal UMM dan mahasiswa UMS, hadir juga beberapa mahasiswa internasional yang sedang melakukan studi di UMM dari berbagai negara yang dimanfaatkan oleh bidang kemahasiswaan dan alumni untuk mengenalkan atmosfir serta kegiatan-kegiatan akademik yang ada di UMM. Mewakili bidang kemahasiswaan dan alumni Dr. Tatag Muttaqin S.Hut., M.Sc. menegaskan perlunya untuk dapat mendorong mahasiswa terlibat dalam riset kolaboratif terkait isu-isu keberlanjutan lingkungan di kawasan Asia Tenggara.

Kunjungan UMS ke SMP Muhammadiah 06 Dau (Foto: Panitia ICAS 2025)

Diluar kegiatan conference, UMS juga melakukan kegiatan kunjungan ke Corporate Social Responsibility (CSR) yang terafiliasi dengan UMM seperti SMP Muhammadiyah 06 Dau untuk saling berbagi pengetahuan bagi mahasiswa Malaysia yang mengikuti kunjungan kerja sama di UMM.

Diharapkan kegiatan dan kunjungan kerja ini dapat mempererat hubungan akademik antara UMM dan UMS. Selain peluang kerja sama dalam bidang akademik dan penelitian, diskusi juga menekankan pentingnya pemahaman budaya serta aktivitas mahasiswa sebagai sarana membangun jejaring internasional yang lebih kuat. (red/dik/din)