Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Sultan Zainal Abidin (UNISZA) Malaysia memperkuat hubungan internasional mereka melalui tindak lanjut kerja sama strategis yang ditandai dengan kuliah perdana bertemakan “Globalisasi dan Non-conventional Security in AI Era.” Acara tersebut digelar pada Selasa, 16 September 2025, di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM, dan dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP Prof. Dr. Muslimin, M.Si. beserta jajarannya serta Wakil Rektor 4 UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi, PhD. yang membidangi Riset, Pengabdian, Publikasi dan kerja sama.
Kuliah perdana ini menghadirkan Assoc. Prof. Suyatno Ladiqi dari UNISZA sebagai narasumber Utama yang memberikan materi dengan fokus pada keamanan non-konvensional di era kecerdasan buatan (artificial intelligence). Topik ini sangat relevan mengingat tantangan global yang semakin kompleks akibat kemajuan teknologi dan pengaruh globalisasi yang terus berkembang. Materi kuliah tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa baru program studi Hubungan Internasional UMM, yang antusias menyimak dan berdiskusi mengenai isu-isu strategis yang tengah dihadapi dunia saat ini.
Rabu, 17 September 2025 Kepala Biro RPK Dr. Salahudin, S.IP, M.Si., M.P.A bersama para dosen prodi Hubungan internasional menindaklanjuti dengan diskusi penelitian dan publikasi ilmiah Sebagai wujud dari kerja sama internasional tersebut, UMM dan UNISZA berencana menggelar berbagai kegiatan kolaboratif guna mempererat hubungan dan meningkatkan kualitas akademik kedua institusi. Salah satu bentuk kerjasama yang akan dijalankan adalah riset kolaborasi dengan skema matching grant. Skema ini memungkinkan kedua universitas berbagi sumber daya keilmuan untuk mendukung penelitian Bersama.
Selain riset, program visiting lecture juga akan menjadi agenda penting dalam kerja sama ini. Dengan kehadiran dosen tamu dari UNISZA di Centre of Excellence (CoE) Bisnis Global Hubungan Internasional UMM, diharapkan ada pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan kurikulum. Program ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan wawasan langsung dari akademisi UNISZA, yang sekaligus memperkuat perspektif global dalam studi Mahasiswa.
Selain itu, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional juga dijadwalkan sebagai salah satu program lanjutan. KKN ini akan memberi kesempatan pada mahasiswa UMM untuk terjun langsung ke masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri, guna mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari dalam konteks global dan sosial yang nyata. Program ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, melainkan juga memperkuat hubungan sosial antar komunitas lintas negara.
Sebagai pelengkap, program Adjunct Professor akan diinisiasi untuk memperkuat kehadiran akademisi UNISZA di UMM. Keberadaan profesor asing ini diharapkan dapat membantu dalam pengembangan riset, pembimbingan mahasiswa, dan pengayaan kegiatan akademik secara umum di UMM.
Langkah-langkah kerja sama ini mencerminkan komitmen kuat kedua universitas dalam membangun sinergi pendidikan tinggi berbasis internasional dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di era globalisasi dan digitalisasi. Melalui kolaborasi ini, diharapkan mahasiswa dan dosen dari kedua institusi dapat semakin berkompeten dalam menghadapi tantangan global, terutama dalam bidang hubungan internasional dan keamanan non-konvensional di zaman kecerdasan buatan. (red/her/bay)