Gaungkan Peran Perguruan Tinggi dan Ketahanan Keluarga Bangsa, UMM dan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama

Malang, 13 November 2025. Tingginya pernikahan dini dan juga percerain yang diakibatkan oleh pernikahan ini menjadi tren yang cukup marak dikalangan masyarakat saat ini. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian lebih baik dari Mahkamah Agung maupun Lembaga dibawahnya seperti Pengadilan Tinggi Agama. Melihat tren tersebut Universitas Muhammadiyah Malang Bersama Pengadilan Tinggi Agama Surabaya melakukan kolaborasi bersama dan diwujudkan dalam kegiatan penandatanganan nota kesepakatan kerja sama. Kegiatan yang dilaksankan di Ruang Aula BAU UMM ini dihadiri oleh Muhamad Salis Yuniardi, M.Si., Ph.D selaku Wakil Rektor IV UMM, Jajaran pejabat dari Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Pengadilan Agama Kota Malang, dan Pengadilan Agama Kabupaten Malang. Dr, H, Zulkarnain, S.h., M.H selaku Ketua Pengadikan Tinggi Agama Surabaya dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kerja sama ini menjadi salah satu langkah yang baik dan ia juga mengajak agar para mahasiswa lulusan UMM bisa menjadi keluarga besar Mahkamah Agung. Sementara itu Muhammad Salis Yuniardi M.Psi., Ph.D mewakili UMM menyampaikan bahwa kerja sama ini akan membuat silaturahmi antar lembaga semakin kuat, terlebih lagi sebelumnya UMM melalui fakultas Psikologi juga pernah bekerjasama dengan pengadilan tinggi agama Malang terkait pojok konseling. Selain itu ia juga menyampaikan bahwa kerja sama ini juga memungkinkan untuk diterapkan ke jurusan lain seperti Hukum Keluarga Islam yang lebih berkonsentrasi ke tema kegiatan. “Kedepannya tidak hanya seperti psikologi yang sudah pernah menjalankan Pojok Konselingnya dengan PTA Malang, Namun kita bisa terapkan dengan jurusan HKI yang secara spesifik dapat mendukung program yang ada di PTA terkait wawasan sebelum melakukan pernikahan dini dan ketahanan keluarga” Ujarnya. Tidak hanya kegiatan penandatanganan Nota Kesepakatan Kerja Sama, digelar juga sebagai implementasi kerjasama tahap awal berupa kuliah tamu dimana Dr, H, Zulkarnain, S.h., M.H sebagai narasumber yang memberikan pandangan kepada para peserta mahasiswa dari prodi Hukum Keluarga Islam, Psikologi, Ilmu Pemerintahan, Hukum, dan kesejahteraan Sosial. (red/dik)

Konsorsium Pengentasan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di NTT Buka Peluang UMM untuk Berkontribusi Melalui Program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperkuat komitmen sebagai perguruan tinggi penggerak solusi berbasis riset dan pengabdian masyarakat. Melalui keterlibatan dalam Konsorsium Pengentasan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem, UMM hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Evaluasi KKN Gentaskin dan KPT. Kosabangsa yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah XV di Aston Hotel, Kupang, pada 10 November 2025. Kegiatan yang dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Asisten I Pemprov Nusa Tenggara Timur Kanisius H.M. Mau yang mewakili Gubernur NTT; Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus A.R. Kaka, S.P.; Sekda Timor Tengah Selatan; serta Kepala LLDIKTI XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng. Hadir juga pimpinan perguruan tinggi lokal seperti Universitas Cendana dan Universitas Muhammadiyah Kupang yang turut menjadi bagian dari konsorsium membahas tentang peran perguruan tinggi dalam pengentasan masalah stunting dan kemiskinan ekstrem melalui program penelitian dan pengabdian masyarakat dari Universitas yang tergabung dalam konsorsium tersebut, termasuk kontribusi mahasiswa melalui KKN Gentaskin. Dalam pertemuan tersebut, disepakati juga terkait roadmap pengentasan stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT, serta rencana kolaborasi seperti pertukaran dosen UMM ke perguruan tinggi NTT, pengiriman mahasiswa NTT untuk mengikuti program credit transfer dan magang di UMM, hingga peluang studi lanjut bagi dosen dan mahasiswa NTT ke UMM. Dalam sesi terpisah pewakilan dari UMM yang dipimpin Wakil Rektor IV, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. bersama Prof. Joko Widodo dan Prof. Yus Cholili selaku ketua tim UMM untuk program pengentasan stunting di NTT bertemu dengan Emanuel Melki Laka Lena, S.Si., Apt selaku Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT Drs. Johni Asadoma, M.Hum. Pertemuan ini membahas kontribusi strategis UMM bagi pembangunan daerah, khususnya di bidang teknologi perikanan, desalinasi air bersih, energi terbarukan, kesehatan, serta pertanian dan peternakan di NTT yang nantinya bisa diimplementasikan dan diharapkan dapat secara maksimal mengurangi tingka stunting dan kemiskinan ekstrem yang ingin dicapai oleh semua pihak. (red/dik)

Jalin Kerja Sama dengan SCU, UMM Dirikan Japan Academic and Culture Center

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggandeng mitra internasional sebagai bentuk perluasan jaringan kerja sama. Kali ini Shimonoseki City University (SCU) secara resmi menjadi mitra UMM dalam perluasan hubungan pendidikan lintas negara. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan penandatangan Memorandum of Agreement (MoU) yang dilaksanakan pada Rabu, 5 November 2025.MoU ditandai dengan pelaksanaan implementasi kerja sama awal berupa peresmian hadirnya Japan Academic and Culture Center yang akan menjadi tempat untuk pertukaran ilmu pengetahuan, budaya, serta riset yang dilakukan UMM dan SCU.Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang bagi mahasiswa UMM untuk bisa melakukan pertukaran mahasiswa dengan SCU, juga program beasiswa yang disiapkan baik di jenjang S1 maupun S2. Kaori Marohira selaku konsulat muda Konjen Jepang yang hadir dalam penandatanganan MoU tersebut mengungkapkan bahwa kerja sama ini menjadi fondasi yang kuat dalam hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang. Ia menilai ini menjadi peluang yang baik untuk mendorong generasi muda agar dapat menghadapu tantangan global tanpa meninggalkan nilai budaya masing-masing. “Selamat bagi UMM dan SCU, Kami berharap penandatanganan hari ini menjadi langkah awal bagi hubungan yang lebih luas di masa mendatang” ujar Kaori. President SCU, Prof. Chang Wan Han mengaku bahwa kerja sama ini berpeluang untuk banyak sekali pengembangan bagi kedua belah pihak, Hal ini diungkapkan karena di wilayah Shimonoseki yang komoditas utamanya dibidang perikanan sangat perlu dilakukan pengembangan terutama pada sektor bisnis pengolahan hasil perikanannya. “Kami senang dengan diskusi dan kegiatan penandatanganan kerja sama ini, karena setelah berdiskusi dengan tim yang ada di UMM kami mendapati banyak sekali peluang baik dibidang pendidikan, riset, maupun pengembangan bisnis yang bisa dimanfaatkan baik oleh SCU maupun UMM” Ujarnya. Sementara itu Prof. Nazaruddin Malik selaku Rektor UMM mengapresiasi atas dukungan yang diberikan baik dari Konjen Jepang atas dukungan penuhnya pada Japan Corner dan juga SCU selaku mitra inisiator kerja sama kali ini. Ia berharap melalui kerja sama ini menciptakan ruang baru bagi pendidikan, kebudayaan, dan penelitian bersama bagi UMM dan SCU. (red/dik)

Perkuat Erasmus+ melalui Kedutaan Besar Austria dan Program ASEA Uninet.

30 Oktober 2025, Universitas Muhammadiyah Malang melakukan lawatan dalam rangka penjajakan serta penguatan jaringan kerja sama ditingkat internasional terutama kawasan eropa. Kali ini melalui kedutaan Austria untuk Indonesia UMM berkesempatan untuk dapat bergabung menjadi member dari ASEA Uninet program dimana program ini merupakan jaringan kerja sama antar universitas yang ada di eropa dan asia tenggara dengan tujuan untuk memperkuat internasionalisasi dibidang pendidikan dan penelitian Duta Besar Austria Dr. Thomas Loidl menyerukan ajakan tersebut karena dalam keanggotaan tersebut telah melaksanakan banyak proyek penelitian bilateral dan multilateral, program beasiswa doktoral dan pascadoktoral, serta menyelenggarakan berbagai konferensi, lokakarya, dan kegiatan akademik lainnya bekerja sama dengan lembaga diplomatik serta sektor politik dan ekonomi Disisi lain Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D selaku Wakil Rektor UMM bidang Riset, Pengabdian, dan Kerjasama merespon bahwa ajakan untuk gabung ke ASEA Uninet ini tentu akan memberi dampat yang baik bagi ekosistem Kerjasama antara UMM dan Austria, terlebih akan dapat memberikan banyak pandangan serta pengalaman baru nantinya bagi civitas akademik di UMM. “Terlebih ini dapat memperkuat program Erasmus+ yang selama ini sudah kami jalankan dan akan semakin kuat apabila jaringan dengan ASEA Uninet ini dapat terjalin dengan baik” Ujarnya. Melalui lawatan ini, diharapkan kedepannya atmosfir internasional di UMM akan semakin kental setelah sebelumnya UMM juga menggandeng NUS dan juga Belgia dalam proyek penelitian di bidang supply chain dan peningkatan kualitas komoditas coklat. (red/dik)

UMM Perkuat Kerja Sama Tridharma Perguruan Tinggi bersama Pemkab Bojonegoro dalam rangka Peningkatan Kualitas SDM Daerah

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi salah satu dari delapan perguruan tinggi yang resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, pada malam tasyakuran Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348 di Pendopo Malowopati, Minggu (19/10/2025). Kerja sama ini menjadi salah satu Langkah dalam memperkuat kontribusi pendidikan tinggi terhadap pembangunan daerah. Melalui kesepakatan tersebut, UMM siap berperan aktif dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bojonegoro. “kami (UMM) berusaha berkolaborasi dengan menghadirkan peran perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hal ini akan membuka ruang bagi penelitian terapan, program pemberdayaan, serta pengembangan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal khususnya di Bojonegoro,” ujar Salahudin selaku perwakilan dari UMM dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan, kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat arah pembangunan daerah berbasis riset dan ilmu pengetahuan. “Kami ingin hasil kajian dari perguruan tinggi menjadi panduan dalam mewujudkan Buongiorno yang lebih baik dan terukur,” jelasnya. Melalui kerja sama ini, UMM terus membuka peluang sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, riset yang solutif, dan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat setelah sebelumnya UMM juga menggandeng Pemerintah Daerah Balangan, Pemerintah Kota Batu, serta beberapa pemerintah daerah lainnya di berbagai wilayah di Indonesia. (red/dik)

Perkuat Riset Halal dan Ketahanan Bencana, UMM-UMY Gandeng NUS Singapura

YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan National University of Singapore (NUS) menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) kerjasama riset pada Selasa (23/9) di kampus UMY. Dr. Robert de Souza, Direktur The Logistics Institute – Asia Pasifik (TLI-AP) dari NUS, hadir langsung dalam penandatanganan yang menandai dimulainya kolaborasi akademik strategis antara ketiga institusi pendidikan tinggi terkemuka ini. Kerjasama yang berlaku selama dua tahun ini berfokus pada riset bersama dengan tema “Halal Healthcare Supply Chain Ecosystem” dan “Disaster Resilience“. Ketiga universitas berkomitmen menyelenggarakan workshop dan forum akademik, mempublikasikan hasil penelitian dalam jurnal internasional, serta melakukan diseminasi akademik ke komunitas yang lebih luas. Aspek pendanaan juga menjadi prioritas dengan pengembangan dana riset secara kolaboratif untuk memperkuat kapasitas penelitian. Pada kesempatan ini, UMM yang diwakili oleh Wakil Rektor 4, Salis Yuniardi, Ph.D. sangat mengapresiasi bentuk kerjasama ini sehingga menjadi membuka kerjasama di bidang lain yang strategis bagi organisasi dan kampus Muhammadiyah lainnya. MoA telah mengatur secara detail hak dan kewajiban masing-masing pihak, memastikan kerjasama berjalan profesional dan saling menguntungkan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi berkelanjutan dan memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ekosistem halal healthcare serta ketahanan bencana di kawasan Asia-Pasifik, sekaligus menjadi model kerjasama internasional yang inspiratif. (Red/Hen)

UMM dan Baznas Kota Malang Jalin Kerjasama Kewirausahaan, Resmikan ZCoffee

MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) pengembangan program kewirausahaan mandiri, Selasa (24/9/2025). Bersamaan dengan penandatanganan tersebut, kedua institusi meresmikan ZCoffee di Kantin Asri UMM sebagai wujud nyata kolaborasi. Acara yang berlangsung di kampus 3 UMM ini dihadiri berbagai pejabat tinggi universitas, termasuk Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. Nur Subeki, M.T., Ketua Baznas Kota Malang Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.A., serta sejumlah kepala biro dan bagian terkait. Dalam sambutannya, Dr. Nur Subeki menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga amil zakat dalam mencetak entrepreneur muda berkualitas. “Kerjasama ini tidak hanya mengembangkan jiwa kewirausahaan mahasiswa, tetapi juga mendorong kecintaan terhadap produk lokal, mengingat Malang merupakan salah satu sentra penghasil kopi arabika dan robusta berkualitas,” ujarnya. Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Mahasiswa dan Alumni Novi Puji Lestari, M.M. menyatakan bahwa program ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pengembangan karakter wirausaha mahasiswa. “Melalui kerjasama ini, mahasiswa dilatih untuk lebih mandiri dan berprestasi dalam bidang kewirausahaan,” jelasnya. Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban mengungkapkan bahwa program Baznas tidak terbatas pada aspek ekonomi semata. “Program-program Baznas berfokus pada lima pilar utama: pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, dan kemanusiaan,” paparnya. Acara puncak ditandai dengan pemotongan pita peresmian ZCoffee sebagai simbol dimulainya fase baru kerjasama kedua institusi dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. (Red/Hen)