Konsorsium Pengentasan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di NTT Buka Peluang UMM untuk Berkontribusi Melalui Program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperkuat komitmen sebagai perguruan tinggi penggerak solusi berbasis riset dan pengabdian masyarakat. Melalui keterlibatan dalam Konsorsium Pengentasan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem, UMM hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Evaluasi KKN Gentaskin dan KPT. Kosabangsa yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah XV di Aston Hotel, Kupang, pada 10 November 2025. Kegiatan yang dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Asisten I Pemprov Nusa Tenggara Timur Kanisius H.M. Mau yang mewakili Gubernur NTT; Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus A.R. Kaka, S.P.; Sekda Timor Tengah Selatan; serta Kepala LLDIKTI XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng. Hadir juga pimpinan perguruan tinggi lokal seperti Universitas Cendana dan Universitas Muhammadiyah Kupang yang turut menjadi bagian dari konsorsium membahas tentang peran perguruan tinggi dalam pengentasan masalah stunting dan kemiskinan ekstrem melalui program penelitian dan pengabdian masyarakat dari Universitas yang tergabung dalam konsorsium tersebut, termasuk kontribusi mahasiswa melalui KKN Gentaskin. Dalam pertemuan tersebut, disepakati juga terkait roadmap pengentasan stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT, serta rencana kolaborasi seperti pertukaran dosen UMM ke perguruan tinggi NTT, pengiriman mahasiswa NTT untuk mengikuti program credit transfer dan magang di UMM, hingga peluang studi lanjut bagi dosen dan mahasiswa NTT ke UMM. Dalam sesi terpisah pewakilan dari UMM yang dipimpin Wakil Rektor IV, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. bersama Prof. Joko Widodo dan Prof. Yus Cholili selaku ketua tim UMM untuk program pengentasan stunting di NTT bertemu dengan Emanuel Melki Laka Lena, S.Si., Apt selaku Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT Drs. Johni Asadoma, M.Hum. Pertemuan ini membahas kontribusi strategis UMM bagi pembangunan daerah, khususnya di bidang teknologi perikanan, desalinasi air bersih, energi terbarukan, kesehatan, serta pertanian dan peternakan di NTT yang nantinya bisa diimplementasikan dan diharapkan dapat secara maksimal mengurangi tingka stunting dan kemiskinan ekstrem yang ingin dicapai oleh semua pihak. (red/dik)

Jalin Kerja Sama dengan SCU, UMM Dirikan Japan Academic and Culture Center

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggandeng mitra internasional sebagai bentuk perluasan jaringan kerja sama. Kali ini Shimonoseki City University (SCU) secara resmi menjadi mitra UMM dalam perluasan hubungan pendidikan lintas negara. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan penandatangan Memorandum of Agreement (MoU) yang dilaksanakan pada Rabu, 5 November 2025.MoU ditandai dengan pelaksanaan implementasi kerja sama awal berupa peresmian hadirnya Japan Academic and Culture Center yang akan menjadi tempat untuk pertukaran ilmu pengetahuan, budaya, serta riset yang dilakukan UMM dan SCU.Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang bagi mahasiswa UMM untuk bisa melakukan pertukaran mahasiswa dengan SCU, juga program beasiswa yang disiapkan baik di jenjang S1 maupun S2. Kaori Marohira selaku konsulat muda Konjen Jepang yang hadir dalam penandatanganan MoU tersebut mengungkapkan bahwa kerja sama ini menjadi fondasi yang kuat dalam hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang. Ia menilai ini menjadi peluang yang baik untuk mendorong generasi muda agar dapat menghadapu tantangan global tanpa meninggalkan nilai budaya masing-masing. “Selamat bagi UMM dan SCU, Kami berharap penandatanganan hari ini menjadi langkah awal bagi hubungan yang lebih luas di masa mendatang” ujar Kaori. President SCU, Prof. Chang Wan Han mengaku bahwa kerja sama ini berpeluang untuk banyak sekali pengembangan bagi kedua belah pihak, Hal ini diungkapkan karena di wilayah Shimonoseki yang komoditas utamanya dibidang perikanan sangat perlu dilakukan pengembangan terutama pada sektor bisnis pengolahan hasil perikanannya. “Kami senang dengan diskusi dan kegiatan penandatanganan kerja sama ini, karena setelah berdiskusi dengan tim yang ada di UMM kami mendapati banyak sekali peluang baik dibidang pendidikan, riset, maupun pengembangan bisnis yang bisa dimanfaatkan baik oleh SCU maupun UMM” Ujarnya. Sementara itu Prof. Nazaruddin Malik selaku Rektor UMM mengapresiasi atas dukungan yang diberikan baik dari Konjen Jepang atas dukungan penuhnya pada Japan Corner dan juga SCU selaku mitra inisiator kerja sama kali ini. Ia berharap melalui kerja sama ini menciptakan ruang baru bagi pendidikan, kebudayaan, dan penelitian bersama bagi UMM dan SCU. (red/dik)