SURABAYA – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk memperkuat sinergi dalam mendukung program pertanahan di Jawa Timur. Pertemuan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Reforma Agraria Kanwil BPN Jawa Timur, Surabaya, Kamis (5/2/2026), membahas strategi pelibatan mahasiswa dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam percepatan pengumpulan data pertanahan. Pelibatan mahasiswa dinilai strategis karena memiliki sumber daya memadai, latar belakang akademik relevan, serta dapat membantu pelaksanaan kegiatan lapangan secara lebih efektif dan efisien.
Mahasiswa PTS dan PTN akan dilibatkan dalam beberapa kegiatan, antara lain pengumpulan data yuridis dan fisik pertanahan, pendataan subjek dan objek tanah, input dan rekapitulasi data lapangan sesuai format yang ditetapkan, serta dokumentasi kegiatan lapangan berupa foto, catatan, dan laporan harian. Salah satu perguruan tinggi yang diundang adalah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang telah menjalin kolaborasi dengan Kantor Pertanahan Kabupaten dan Kota Malang melalui program KKN Tematik pada 2025 untuk pemetaan dan pendataan wakaf, dengan menurunkan total 400 mahasiswa.
Tim Kerja Sama UMM yang diwakili Hendro Ardiansyah, M.Ed., menyampaikan evaluasi pelaksanaan program. “Dalam pelaksanaannya, mahasiswa kami mendapati kendala terkait belum tersosialisasikannya dengan baik ke para stakeholder di desa terkait program ini. Banyak wilayah di Kabupaten Malang yang belum tahu tentang program penjaringan data dari BPN yang melibatkan mahasiswa, sehingga tidak jarang mahasiswa kami di lapangan menemui resistensi yang kuat oleh masyarakat sekitar. Ini yang harus kita perbaiki dan mitigasi bersama,” ungkap Hendro.
Merespons masukan tersebut, Kepala Kanwil BPN/ATR Jawa Timur, Dr. Asep Heri, S.H., M.H., menegaskan komitmennya mengatasi kendala di lapangan. “Apabila ada permasalahan semacam itu akan didampingi langsung oleh BPN Kota/Kabupaten dan akan diselesaikan secara konsolidatif sehingga kendala dapat teratasi,” ujar Asep. Pelibatan mahasiswa dalam program pertanahan diharapkan dapat mempercepat tercapainya target pendataan sekaligus memberikan pengalaman praktis bagi dunia kampus dalam kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional. (Red/Hen)