UMM dan RS Muhammadiyah Lamongan Tandatangani Kerjasama Ekosistem Gizi Halal Berbasis AI
23 Desember 2025 – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalin kemitraan strategis dengan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang pengembangan “Ekosistem Gizi Halal Berbasis AI”. Kerjasama ini bertujuan mengintegrasikan kecerdasan buatan untuk inovasi gizi halal yang lebih akurat, aman, dan berkelanjutan, mendukung kesehatan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam. Acara penandatanganan yang digelar di RS Muhammadiyah Lamongan dihadiri langsung oleh Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., PhD berserta kabag. kerjasama, Sekretaris Dirsaintek UMM, kabag. Riset, pengabdian dan Publikasi dan tim Inovasi halal. dari RS Muhammadiyah Lamongan dihadiri oleh Direktur RS Muhammadiyah Lamongan, dr. M. Asro’ Abdih Y., Sp.U., M.B.A., didampingi tim PPMP, TIMKORDIK, Instalasi Gizi, serta tim teknologi informasi RSML di Ruang TIMKORDIK. Para pimpinan tersebut menyaksikan komitmen bersama untuk riset kolaboratif, pelatihan tenaga kesehatan, dan pengembangan aplikasi AI dalam pemantauan nutrisi halal. Wakil Rektor IV UMM menyatakan, “Ekosistem ini akan menjadi terobosan di bidang kesehatan halal, memanfaatkan AI untuk penelusuran bahan makanan dan personalisasi produk halal.” Sementara perwakilan RS Muhammadiyah Lamongan menambahkan bahwa kerjasama ini sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam pengabdian masyarakat. Kerjasama ini diharapkan menghasilkan produk inovatif seperti platform AI untuk sertifikasi gizi halal, yang akan diuji coba di kedua institusi mulai tahun depan (red/her)
Gaungkan Peran Perguruan Tinggi dan Ketahanan Keluarga Bangsa, UMM dan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama

Malang, 13 November 2025. Tingginya pernikahan dini dan juga percerain yang diakibatkan oleh pernikahan ini menjadi tren yang cukup marak dikalangan masyarakat saat ini. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian lebih baik dari Mahkamah Agung maupun Lembaga dibawahnya seperti Pengadilan Tinggi Agama. Melihat tren tersebut Universitas Muhammadiyah Malang Bersama Pengadilan Tinggi Agama Surabaya melakukan kolaborasi bersama dan diwujudkan dalam kegiatan penandatanganan nota kesepakatan kerja sama. Kegiatan yang dilaksankan di Ruang Aula BAU UMM ini dihadiri oleh Muhamad Salis Yuniardi, M.Si., Ph.D selaku Wakil Rektor IV UMM, Jajaran pejabat dari Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Pengadilan Agama Kota Malang, dan Pengadilan Agama Kabupaten Malang. Dr, H, Zulkarnain, S.h., M.H selaku Ketua Pengadikan Tinggi Agama Surabaya dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kerja sama ini menjadi salah satu langkah yang baik dan ia juga mengajak agar para mahasiswa lulusan UMM bisa menjadi keluarga besar Mahkamah Agung. Sementara itu Muhammad Salis Yuniardi M.Psi., Ph.D mewakili UMM menyampaikan bahwa kerja sama ini akan membuat silaturahmi antar lembaga semakin kuat, terlebih lagi sebelumnya UMM melalui fakultas Psikologi juga pernah bekerjasama dengan pengadilan tinggi agama Malang terkait pojok konseling. Selain itu ia juga menyampaikan bahwa kerja sama ini juga memungkinkan untuk diterapkan ke jurusan lain seperti Hukum Keluarga Islam yang lebih berkonsentrasi ke tema kegiatan. “Kedepannya tidak hanya seperti psikologi yang sudah pernah menjalankan Pojok Konselingnya dengan PTA Malang, Namun kita bisa terapkan dengan jurusan HKI yang secara spesifik dapat mendukung program yang ada di PTA terkait wawasan sebelum melakukan pernikahan dini dan ketahanan keluarga” Ujarnya. Tidak hanya kegiatan penandatanganan Nota Kesepakatan Kerja Sama, digelar juga sebagai implementasi kerjasama tahap awal berupa kuliah tamu dimana Dr, H, Zulkarnain, S.h., M.H sebagai narasumber yang memberikan pandangan kepada para peserta mahasiswa dari prodi Hukum Keluarga Islam, Psikologi, Ilmu Pemerintahan, Hukum, dan kesejahteraan Sosial. (red/dik)
Konsorsium Pengentasan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di NTT Buka Peluang UMM untuk Berkontribusi Melalui Program Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperkuat komitmen sebagai perguruan tinggi penggerak solusi berbasis riset dan pengabdian masyarakat. Melalui keterlibatan dalam Konsorsium Pengentasan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem, UMM hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Evaluasi KKN Gentaskin dan KPT. Kosabangsa yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah XV di Aston Hotel, Kupang, pada 10 November 2025. Kegiatan yang dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Asisten I Pemprov Nusa Tenggara Timur Kanisius H.M. Mau yang mewakili Gubernur NTT; Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus A.R. Kaka, S.P.; Sekda Timor Tengah Selatan; serta Kepala LLDIKTI XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng. Hadir juga pimpinan perguruan tinggi lokal seperti Universitas Cendana dan Universitas Muhammadiyah Kupang yang turut menjadi bagian dari konsorsium membahas tentang peran perguruan tinggi dalam pengentasan masalah stunting dan kemiskinan ekstrem melalui program penelitian dan pengabdian masyarakat dari Universitas yang tergabung dalam konsorsium tersebut, termasuk kontribusi mahasiswa melalui KKN Gentaskin. Dalam pertemuan tersebut, disepakati juga terkait roadmap pengentasan stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT, serta rencana kolaborasi seperti pertukaran dosen UMM ke perguruan tinggi NTT, pengiriman mahasiswa NTT untuk mengikuti program credit transfer dan magang di UMM, hingga peluang studi lanjut bagi dosen dan mahasiswa NTT ke UMM. Dalam sesi terpisah pewakilan dari UMM yang dipimpin Wakil Rektor IV, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. bersama Prof. Joko Widodo dan Prof. Yus Cholili selaku ketua tim UMM untuk program pengentasan stunting di NTT bertemu dengan Emanuel Melki Laka Lena, S.Si., Apt selaku Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT Drs. Johni Asadoma, M.Hum. Pertemuan ini membahas kontribusi strategis UMM bagi pembangunan daerah, khususnya di bidang teknologi perikanan, desalinasi air bersih, energi terbarukan, kesehatan, serta pertanian dan peternakan di NTT yang nantinya bisa diimplementasikan dan diharapkan dapat secara maksimal mengurangi tingka stunting dan kemiskinan ekstrem yang ingin dicapai oleh semua pihak. (red/dik)
Jalin Kerja Sama dengan SCU, UMM Dirikan Japan Academic and Culture Center

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggandeng mitra internasional sebagai bentuk perluasan jaringan kerja sama. Kali ini Shimonoseki City University (SCU) secara resmi menjadi mitra UMM dalam perluasan hubungan pendidikan lintas negara. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan penandatangan Memorandum of Agreement (MoU) yang dilaksanakan pada Rabu, 5 November 2025.MoU ditandai dengan pelaksanaan implementasi kerja sama awal berupa peresmian hadirnya Japan Academic and Culture Center yang akan menjadi tempat untuk pertukaran ilmu pengetahuan, budaya, serta riset yang dilakukan UMM dan SCU.Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang bagi mahasiswa UMM untuk bisa melakukan pertukaran mahasiswa dengan SCU, juga program beasiswa yang disiapkan baik di jenjang S1 maupun S2. Kaori Marohira selaku konsulat muda Konjen Jepang yang hadir dalam penandatanganan MoU tersebut mengungkapkan bahwa kerja sama ini menjadi fondasi yang kuat dalam hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang. Ia menilai ini menjadi peluang yang baik untuk mendorong generasi muda agar dapat menghadapu tantangan global tanpa meninggalkan nilai budaya masing-masing. “Selamat bagi UMM dan SCU, Kami berharap penandatanganan hari ini menjadi langkah awal bagi hubungan yang lebih luas di masa mendatang” ujar Kaori. President SCU, Prof. Chang Wan Han mengaku bahwa kerja sama ini berpeluang untuk banyak sekali pengembangan bagi kedua belah pihak, Hal ini diungkapkan karena di wilayah Shimonoseki yang komoditas utamanya dibidang perikanan sangat perlu dilakukan pengembangan terutama pada sektor bisnis pengolahan hasil perikanannya. “Kami senang dengan diskusi dan kegiatan penandatanganan kerja sama ini, karena setelah berdiskusi dengan tim yang ada di UMM kami mendapati banyak sekali peluang baik dibidang pendidikan, riset, maupun pengembangan bisnis yang bisa dimanfaatkan baik oleh SCU maupun UMM” Ujarnya. Sementara itu Prof. Nazaruddin Malik selaku Rektor UMM mengapresiasi atas dukungan yang diberikan baik dari Konjen Jepang atas dukungan penuhnya pada Japan Corner dan juga SCU selaku mitra inisiator kerja sama kali ini. Ia berharap melalui kerja sama ini menciptakan ruang baru bagi pendidikan, kebudayaan, dan penelitian bersama bagi UMM dan SCU. (red/dik)
Ambassadors’ Talk Dorong Promosi Beasiswa bagi Mahasiswa Internasional di Universitas Muhammadiyah Malang
Jakarta, 3 November 2025 — Acara Ambassadors’ Talk bertajuk Promoting Scholarships for International Students at Indonesian Universities berlangsung sukses di Jakarta dengan dihadiri oleh para pejabat tinggi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi serta Kementerian Luar Negeri. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Stella Christie, A.B., Ph.D., membuka acara dengan sambutan hangat, menekankan pentingnya meningkatkan akses pendidikan tinggi di Indonesia bagi mahasiswa internasional sebagai bagian dari diplomasi pendidikan dan penguatan hubungan antar negara. Selanjutnya, Sambutan disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, S.H., LL.M., yang menggarisbawahi peran strategis beasiswa sebagai alat diplomasi guna mempererat kerja sama bilateral dan multilateral Indonesia dengan negara-negara sahabat, khususnya dari kawasan Selatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan kebijakan beasiswa oleh Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang menjelaskan tentang program Beasiswa Indonesia untuk Negara-Negara Selatan sebagai upaya pemerataan kesempatan belajar. Presentasi juga mencakup profil beasiswa unggulan, yaitu beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan beasiswa TIAS, yang dirancang untuk mendukung mahasiswa asing menempuh studi di perguruan tinggi Indonesia dengan fasilitas lengkap. Dr. Priyo Iswanto, MH., dalam kesempatan Ambassadors’ Talk, memaparkan profil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan kualitas akademik dan internasionalisasi. Beliau menjelaskan bahwa UMM telah bertransformasi menjadi universitas yang tidak hanya mengedepankan keunggulan akademik, tetapi juga memiliki program-program inovatif yang mendukung mahasiswa internasional, termasuk berbagai beasiswa bagi pelajar asing. (red/heru)
Perkuat Erasmus+ melalui Kedutaan Besar Austria dan Program ASEA Uninet.

30 Oktober 2025, Universitas Muhammadiyah Malang melakukan lawatan dalam rangka penjajakan serta penguatan jaringan kerja sama ditingkat internasional terutama kawasan eropa. Kali ini melalui kedutaan Austria untuk Indonesia UMM berkesempatan untuk dapat bergabung menjadi member dari ASEA Uninet program dimana program ini merupakan jaringan kerja sama antar universitas yang ada di eropa dan asia tenggara dengan tujuan untuk memperkuat internasionalisasi dibidang pendidikan dan penelitian Duta Besar Austria Dr. Thomas Loidl menyerukan ajakan tersebut karena dalam keanggotaan tersebut telah melaksanakan banyak proyek penelitian bilateral dan multilateral, program beasiswa doktoral dan pascadoktoral, serta menyelenggarakan berbagai konferensi, lokakarya, dan kegiatan akademik lainnya bekerja sama dengan lembaga diplomatik serta sektor politik dan ekonomi Disisi lain Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D selaku Wakil Rektor UMM bidang Riset, Pengabdian, dan Kerjasama merespon bahwa ajakan untuk gabung ke ASEA Uninet ini tentu akan memberi dampat yang baik bagi ekosistem Kerjasama antara UMM dan Austria, terlebih akan dapat memberikan banyak pandangan serta pengalaman baru nantinya bagi civitas akademik di UMM. “Terlebih ini dapat memperkuat program Erasmus+ yang selama ini sudah kami jalankan dan akan semakin kuat apabila jaringan dengan ASEA Uninet ini dapat terjalin dengan baik” Ujarnya. Melalui lawatan ini, diharapkan kedepannya atmosfir internasional di UMM akan semakin kental setelah sebelumnya UMM juga menggandeng NUS dan juga Belgia dalam proyek penelitian di bidang supply chain dan peningkatan kualitas komoditas coklat. (red/dik)
Kerja Sama UMM-Kementan Dorong Perlindungan HKI Varietas Tanaman
SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian pada Selasa (28/10/2025). Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Pusat PVTPP Kementerian Pertanian Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc. dan Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. di Aula Gedung Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah. Kerja sama ini mencakup implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, diseminasi perlindungan, pendaftaran dan pelepasan varietas tanaman, serta perizinan pertanian. Acara berlangsung bersamaan dengan penandatanganan MoU serupa antara Pusat PVTPP dengan sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Pusat PVTPP menyampaikan perannya dalam mendukung pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi Muhammadiyah, sementara peran strategis Asosiasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (ASKI PTM) juga dibahas dalam mendukung perlindungan varietas tanaman dan perizinan pertanian. Rangkaian acara ditutup dengan pameran dan coaching clinic perlindungan varietas tanaman serta perizinan pertanian yang digelar secara langsung. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah dalam pengembangan sektor pertanian nasional melalui riset dan inovasi yang terlindungi hak kekayaan intelektualnya. (Red/Hen)
UMM Perkuat Kerja Sama Tridharma Perguruan Tinggi bersama Pemkab Bojonegoro dalam rangka Peningkatan Kualitas SDM Daerah

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi salah satu dari delapan perguruan tinggi yang resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, pada malam tasyakuran Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348 di Pendopo Malowopati, Minggu (19/10/2025). Kerja sama ini menjadi salah satu Langkah dalam memperkuat kontribusi pendidikan tinggi terhadap pembangunan daerah. Melalui kesepakatan tersebut, UMM siap berperan aktif dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bojonegoro. “kami (UMM) berusaha berkolaborasi dengan menghadirkan peran perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hal ini akan membuka ruang bagi penelitian terapan, program pemberdayaan, serta pengembangan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal khususnya di Bojonegoro,” ujar Salahudin selaku perwakilan dari UMM dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan, kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat arah pembangunan daerah berbasis riset dan ilmu pengetahuan. “Kami ingin hasil kajian dari perguruan tinggi menjadi panduan dalam mewujudkan Buongiorno yang lebih baik dan terukur,” jelasnya. Melalui kerja sama ini, UMM terus membuka peluang sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, riset yang solutif, dan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat setelah sebelumnya UMM juga menggandeng Pemerintah Daerah Balangan, Pemerintah Kota Batu, serta beberapa pemerintah daerah lainnya di berbagai wilayah di Indonesia. (red/dik)
UMM dan BSI Bekali Mahasiswa Gen-Z dengan Literasi Keuangan Cerdas

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) kembali melanjutkan implementasi kerja samanya melalui kegiatan Kuliah Tamu bertema Smart Financial Habits for Gen Z Students, Jumat (17/10/2025). Acara yang digelar di Aula Teknik GKB III lantai 6 ini menghadirkan ratusan mahasiswa yang antusias mempelajari cara bijak mengelola keuangan sejak dini. Tak hanya dihadiri oleh mahasiswa, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) beserta jajaran kaprodi di lingkungan FEB serta perwakilan dari Biro Riset, Pengabdian dan Kerja Sama yang telah mengawali kegiatan audiensi bersama BSI di ruang Sekertaris Universitas. Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan finansial bagi generasi muda di era modern. “Uang bukan segalanya, namun segalanya membutuhkan uang. Sehingga adik-adik mahasiswa sebagai generasi muda harus lebih baik dalam pengelolaan keuangan agar bisa menjadi generasi yang unggul,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, memberikan materi dan motivasi seputar perencanaan keuangan dengan pendekatan praktis. Ia memperkenalkan lima prinsip pengelolaan finansial yang ia sebut sebagai konsep SMART: (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time Bound). “Dengan menerapkan kerangka SMART pada setiap tujuan dalam financial roadmap, adik-adik mahasiswa dapat mengubah impian masa depan menjadi rencana aksi yang terstruktur dan disiplin,” terang Erwan. Kuliah tamu ini menjadi bagian dari rangkaian kerja sama strategis UMM dan BSI. Sebelumnya, kedua pihak juga telah menggelar seminar service excellent yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di lingkungan kampus, sebagai upaya memperkuat sinergi akademik dan dunia industri. (red/dik)
UMM dan Pemkot Batu Berkolaborasi dalam Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia Melalui Program Beasiswa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pendidikan menggandeng Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dalam pertemuan yang dilakukan pada Senin, 29 September 2025 di Kantor Dinas Pendidikan kota Batu, kolaborasi ini diwujudkan melalui pemberian beasiswa pendidikan bagi putra-putri daerah Kota Batu. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M. Chori, menjelaskan bahwa program beasiswa tersebut ditujukan untuk mahasiswa jenjang diploma dan sarjana. Menurutnya, langkah ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam memastikan akses pendidikan tinggi terbuka luas bagi generasi muda. “Beasiswa ini diharapkan dapat membantu mahasiswa berprestasi maupun yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” ungkap Chori. Sementara itu, Fath Mashuri, S.PSi., M.A selaku Kepala Bagian Kerjasama UMM menyambut baik kerja sama ini. “Pihak juga kampus menilai program tersebut sejalan dengan komitmen UMM untuk menghadirkan dampak nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan adanya dukungan dari Pemkot Batu, diharapkan mahasiswa penerima beasiswa dapat mengembangkan potensi diri sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah” ujar Fath. Tidak hanya dengan pemkab Batu, UMM juga akan melalukan hal yang serupa dengan menggandengan pemerintah daerah lainnya, baik yang ada di wilayah Jawa Timur maupun wilayah lainnya di Indonesia, seperti yang saat ini sedang berjalan dengan pemda Balangan. (red/fat/dik)